Menu Tutup

Waspada Covid-19, Belasan Anak Punk Digaruk Satpol PP Majalengka

Belasan anak punk terjaring razia Satpol PP Majalengka Jawa Barat, di area Pujasera Kab. Majalengka, Senin (28/9/2020).

Razia dilakukan sebagai upaya antisipasi terjanya penyebaran Covid 19 cluster jalanan di tengah jumlah kasus positive Covid-19 di Kab. Majalengka terus meningkat.

Kasi Penindakan Satpol PP Kab. Majalengka Muhamad Wahidin menegaskan masih dalam situasi penanganan penindakan pelanggar protokol kesehatan covid 19, namun saat ini ditambah banyaknya anak punk yang  berkeliaran dan bergerombol di jalanan,  diharapkan tidak menambah cluster baru yaitu cluster anak jalanan.

“Kita lakukan razia dari jam 09.00 pagi dan berdasarkan laporan warga mereka semua tidur berbaris di teras gedung TIC, sehingga langsung kita lakukan tindakan razia ke lokasi saat mereka semua bangun tidur,” kata Wahidin Senin (28/9/2020)

Menurutnya sebanyak 15 anak punk yang terjaring di area pujasera Majalengka segera dibawa ke markas Satpol PP untuk diberi sanksi fisik, pendataan, dilanjutkan dengan pemberitahuan kepada pemerintah desa dimana domisili mereka berasal untuk dllakukan penjemputan

Sementara Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Anak dan Lanjut Usia Dinsos Kab. Majalengka Lina Dwi Ambarsari menjelaskan pihaknya datang ke Satpol PP dikarenakan ada pemberitahuan bahwa ada belasan anak Punk yang terjaringa razia.

“Kami dari Dinas Sosial hari ini telah mendata anak Punk yang terjariang razia dan tadi selain pengarahan kami juga telah menawarkan pada mereka untuk ikut pelatihan keterampilan namun jawaban mereka terlihat ragu-ragu,” kata Irna.

Sementara Irna juga menilai apa yang dilakukan anak Punk untuk lebih memilih di jalanan dengan kondisi yang memprihatinkan dan berdalih mencari kebebasan dan kenyamanan di jalanan menurutnya perlu perhatian serius.

“Ini harus mendapat perhatian lebih dari pihak keluarganya baik dari ayah ibunya, kakek nenek dan  uwaknya agar mereka tidak kembali ke jalanan lagi, karena mereka mencari kebebasan yang salah,” tegasnya.

Ia juga mengatakan usia mereka masih belasan dan langkahnya masih panjang. Yang diharapkan adalah perhatian dan kasih sayang sehingga mereka nyaman berada di lingkungannya dan bukan di jalannan.

“Tahun ini Dinsos baru ada program pemberian keterampilan untuk anak jalanan. Jika mereka berminat akan dibawa ke
Ciganjeng dan Ciamis. Tadi sudah saya tawarkan tapi mereka menolak,” ungkap Irna.

Ia menyebutkan, anak punk ataupun anak jalanan yang berminat dalam bidang elektro, montir, sablon, tata boga, menjahit, akan dibawa ke Cigenjang untuk laki-laki atau ke Ciamis buat perempuan.

“Mereka akan dilatih selama 4 bulan di sebuah asrama dan saat selesai pelatihan mereka juga akan dikasih bantuan berupa barang, yang terpenting adalah niat dan kemauan mereka.” Pungkasnya.

Sumber : Situs tintahijau.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *